BOGOR, wwb.co.id – Dalam acara diskusi kecagar budayaan bertajuk "Prasasti Batutulis dan Makuta Binokasih" di Musium Bumi ageung Batutulis, Forum Kabuyutan Pakwan Padjajaran (FKPP) secara resmi menyerahkan surat pernyataan sikap kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pada Kamis, (14/05/2026).
Pernyataan ini menyoroti urgensi perbaikan infrastruktur dan penyelamatan situs-situs cagar budaya di Kota Bogor yang dinilai kian terancam.
Dalam dokumen tersebut, FKPP mendesak Kementerian Perhubungan, Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga Pemerintah Kota Bogor untuk segera mengambil langkah nyata.
7 Poin itu antara lain:
1. Melakukan pembangunan kembali jalan yang rusak dan longsor di jalan Saleh Danasasmita sehubungan aktivitas masyarakat jadi terganggu dan terhambat akibat Jalan yg rusak.
2. Segera jadikan kawasan situs cagar budaya terutama kabuyutan Lemah Cai Sumur 7 atau Tampian Dalem karena sumber mata air sumber kehidupan yang harus kita jaga dan rawat.
3. Cagar Budaya di kota Bogor banyak hilang dan rusak, mohon dapat dilakukan perawatan dan dilestarikan sebagai sejarah bangsa dan untuk generasi anak cucu kita kedepan Nu dikiwari ngancik nu bihari seja ayeuna sampeureun jaga.
4. Kawasan area situs Makom Ciung Wanara saat ini sedang terjadi polemik, mohan dapat dibantu untuk diselesaikan karena Patilasan Ciung Wanara merupakan sejarah tertua di Kota Bogor.
5. Kembalikan situs situs cagar budaya yang terbengkalai, seperti situs Badigul Rancamaya, Telaga Rena Wijaya, Sumber mata air Cidangiang dan lain lain yang harus kembali ke fitrahnya kembali ke purwadaksi dan jati diri Sunda.