KOTA BOGOR, WWB.CO.ID – Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang, dr. Rahmi Handayani menyatakan RSJMM sudah memulai Elektronik Medical Record (EMR) dari dua tahun lalu. Namun memang pelaksanaannya secara bertahap.

“Pada waktu awal kita melaksanakan elektronik ini di beberapa tempat saja, di IGD dan rawat jalan. Kita kan Rumah Sakit yang harus juga mengikuti transformasi Digital sesuai pilar-pilar yang disampaikan Kementrian Kesehatan dan juga sesuai PMK 24 tahun 2022. Sekarang rekam medik tidak ada lagi yang mengunakan manual,” terangnya.

Kepatuhan rekam medik, kata dia, sudah dilaksanakan. Sampai di tahun 2022 kemarin, pihaknya sudah melaksanakan secara terintegrasi di semua unit. “Memang masih ada di beberapa yang belum sempurna, Insya Allah di tahun ini pelaksanaan Elektronik Medical ini sudah komprehensif. Bukan hanya dilaksanakan di IGD, rawat Jalan tapi juga sampai rawat inap,” tuturnya.

Menurutnya, mengunakan EMR tentunya banyak memberikan keuntungan baik rumah sakit ataupun masyarakat. ” Pertama adalah kemudahan, kita tidak lagi perlu menyediakan manual. Karena semua sudah ada di masing-masing unit komputer data sudah tersedia. Kemudahan itu akan memberikan respon yang cepat terhadap pelanggan,” katanya.

Kemudian, lanjutnya, dengan EMR tentu data akan terpusat disana. sehingga bagi rumah sakit tidak kesulitan untuk mencari data yang dibutuhkan oleh management rumah sakit itu bisa di pasilitasi dengan data yang ada di sistem informasi tersebut,” tutur Rahmi.

Hal itu, masih kata Rahmi, sangat menunjang kebutuhan-kebutuhan management. Selain itu juga mempermudah untuk pelaporan-pelaporan Kementrian dan management. “Ini juga mempermudah para staf rumah sakit jika ingin melakukan penelitian misalnya, data itu akan bisa digunakan dalam proses penelitian mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Ahmad Mujakir, Ahli Madya Rekam Medis RSJMM menambahkan, EMR bukan hanya si rumah sakit saja yang di untungkan, akan tetapi masyarakat pun sama.

“Bagi masyarakat keuntungannya salah adanya kontinyuwiltas pelayanan. Histori pasien sejak pertama kali berobat ke RS Marzuki Mahdi sampai dia terakhir berobat histori-nya akan tersimpan didalam EMR. Kalau kertas bisa hilang atau tercecer, bahkan sisi penyimpanan-nya juga lebih sulit dicari,” kata pria yang akrab disapa Oki ini.

Tentunya, kata dia, melalui sistem rekam elektronik ini, keselamatan dan keamanan pasien jauh lebih terjamin dan lebih bisa ditingkatkan dibanding rekam medis manual.