BOGOR - Komisi I DPRD Kota Bogor memberikan apresiasi sekaligus catatan kritis terhadap kinerja camat se-Kota Bogor dalam pelaksanaan anggaran tahun 2025 yang mencapai angka serapan rata-rata 95 persen.
Meski secara administratif dinilai baik, Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor, Sugeng Teguh Santoso, menegaskan bahwa angka tersebut belum mencerminkan realitas kebutuhan fasilitas pelayanan publik di tingkat kelurahan.
Evaluasi ini disampaikan dalam rapat kerja pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 di ruang rapat Komisi I DPRD Kota Bogor, Rabu (22/4/2026).
"Secara administratif, capaian ini tergolong sangat baik. Namun, angka tersebut tidak mencerminkan sepenuhnya realitas di lapangan. Masih banyak kendala teknis yang dihadapi para camat," tegas Sugeng Teguh Santoso, Rabu (22/4/2026).
Dalam rapat tersebut, sejumlah camat melaporkan berbagai persoalan wilayah, mulai dari kebutuhan flyover di Kebon Pedes, Tanah Sareal, hingga ancaman banjir rutin di Bogor Utara dan Timur.
Persoalan infrastruktur di Bogor Selatan juga menjadi fokus utama, terutama terkait kondisi longsor pada akses jalan Batutulis yang telah terbengkalai selama hampir satu tahun terakhir.
Sugeng Teguh Santoso menjelaskan bahwa proyek alih trase jalan Batutulis saat ini sudah memasuki tahap lelang di tingkat provinsi dan diharapkan segera dilaksanakan untuk mempermudah mobilitas masyarakat.
"Kami mendorong agar proses ini segera dieksekusi. Kondisi jalan alternatif di Bogor Selatan sangat sempit dan sudah membebani aktivitas masyarakat," ujarnya Sugeng Teguh Santoso, Rabu (22/4/2026).
Selain infrastruktur jalan, Komisi I menyoroti kondisi kantor kelurahan yang kekurangan perangkat kerja dasar seperti komputer, yang menghambat visi digitalisasi pelayanan publik di wilayah tersebut.