BOGOR – Suasana dialogis yang hangat mewarnai kegiatan Reses Mandiri Masa Sidang III Tahun Sidang 2025-2026 yang digelar oleh KH Ahmad Yaudin Sogir, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, di Desa Sukatani, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Rabu,(15/07/225).

​Pria karismatik yang akrab disapa Abi Sogir ini sengaja mengemas agenda serap aspirasi ini secara mandiri guna merajut kembali tali silaturahmi yang erat dan menyentuh langsung kebutuhan konstituennya di Daerah Pemilihan (Dapil) I.

​Dalam sambutannya, politisi senior sekaligus tokoh agama ini menegaskan bahwa kehadirannya di tengah masyarakat murni untuk mengabdi dan menjaring kebutuhan riil warga, bukan dalam rangka kontestasi politik praktis.

​"Reses ayeuna lain reses partai, lain reses warna ataupun golongan. Dukungan (politik) eta mah teu aya, acan usumna. Ayeuna mah usumna Ibu sareng Bapak nyampikeun aspirasi. Usum warna mah engke taun 2029," ujar Abi Sogir di hadapan warga Desa Sukatani.

​Ia juga mengkritik fenomena klasik oknum wakil rakyat yang kerap dicap "kacang lupa kulitnya"—hanya datang saat membutuhkan suara menjelang pemilu, namun menghilang setelah duduk di kursi parlemen. Guna mengikis stigma negatif tersebut, pimpinan Komisi I DPRD ini berkomitmen untuk terus turun ke lapangan secara berkala.

​"Abdi alim julukan kos kitu mah. Matak abdi ngayakeun reses mandiri teh rek ngubaran kesan eta. Supados wakil rakyat teh turun ka bawah teh ulah 5 taun sakali, dirapkeun pami tiasa mah 3 bulan sakali," tegasnya disambut riuh tepuk tangan warga.

Soroti Insentif Guru Ngaji hingga Fasilitas Posyandu

​Dalam dialog interaktif yang dibuka bersama Kepala Desa Sukatani, sejumlah isu krusial di tingkat akar rumput langsung mencuat. Sebagai pimpinan Komisi I yang membidangi pemerintahan dan hukum, Abi Sogir mencatat beberapa aspirasi prioritas warga:

Insentif Guru Ngaji Lekar & Kiyai Kampung