BOGOR, DINAMIKA NEWS – Ketua PWI Kabupaten Bogor, Dedy Firdaus, memberikan klarifikasi terkait polemik yang muncul usai kegiatan Safari Jurnalis di Desa Kemang. Menurutnya, persoalan tersebut murni terjadi akibat miskomunikasi dan telah diselesaikan secara baik-baik.

Dedy menjelaskan, Safari Jurnalis merupakan program PWI Kabupaten Bogor yang bertujuan memberikan edukasi kepada aparatur desa dan masyarakat mengenai tugas serta fungsi pers di era digital. Program ini telah berjalan sejak kepengurusan sebelumnya dan sepanjang 2026 sudah digelar di lima lokasi.

Ia mengatakan, polemik muncul ketika salah satu narasumber menjawab pertanyaan mengenai pentingnya Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan verifikasi media oleh Dewan Pers. Pernyataan tersebut kemudian dianggap sebagian wartawan di luar PWI sebagai bentuk diskriminasi terhadap wartawan yang belum memiliki UKW.

"Sejak selesai acara, saya secara pribadi maupun atas nama PWI Kabupaten Bogor langsung menyampaikan permohonan maaf. Tidak ada niat sedikit pun untuk menyinggung atau mendiskreditkan rekan-rekan wartawan," ujar Dedy.

Menurutnya, PWI juga telah menunjukkan itikad baik dengan menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf, termasuk melalui video dari narasumber. Selain itu, sehari setelah kegiatan, sejumlah wartawan mendatangi Kantor PWI Kabupaten Bogor untuk berdiskusi dan meluruskan persoalan tersebut.

Dedy menyayangkan klarifikasi dan permohonan maaf tersebut tidak ikut dimuat dalam sejumlah pemberitaan sehingga memicu kesalahpahaman di kalangan wartawan.

Ia menegaskan bahwa PWI Kabupaten Bogor tidak pernah membedakan wartawan berdasarkan kepemilikan UKW. Bahkan, masih ada anggota PWI yang juga belum mengikuti UKW.

"Kita semua memiliki profesi yang sama sebagai wartawan. Mari bersama-sama menjaga profesionalisme, menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, dan menjaga marwah profesi. Atas nama PWI Kabupaten Bogor, saya kembali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rekan-rekan wartawan," tutup Dedy Firdaus. (Jamil)