KAB.BOGOR, WWB.CO.ID – Serius tanggulangi penurunan angka stunting di Kabupaten Bogor, Pemerintah Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor lakukan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada ibu hamil (bumil), untuk mencegah resiko balita kurang gizi.

Bentuk pencegahan stunting berupa pemberian makanan tambahan gizi bagi bumil yang dilaksanakan di wilayah binaan Puskesmas Cilebut Timur, di Kampung Cilebut Pos Rt 05/Rw 05, beberapa waktu lalu.

Camat Sukaraja, Ria Marlisa menjelaskan, dalam rangka menanamkan kualitas hidup sehat pada anak di masa mendatang, Pemcam Sukaraja terus melakukan upaya pencegahan dini stunting, salah satu program yang dijalankan adalah gerakan penurunan stunting dan gerakan orang tua asuh.

“Salah satu langkah untuk mensukseskan program tersebut dengan memberikan bantuan Pemberian Makanan Tambahan kepada bumil serta bantuan bagi anak penderita stunting,” papar Camat.

Menurutnya, pemberian makanan tambahan, berbahan pangan lokal merupakan salah satu langkah penanganan masalah kekurangan gizi pada balita dan ibu hamil agar tidak ada lagi penderita balita stunting diwilayah Kecamatan Sukaraja.

“Pemberian makanan tambahan tersebut disertai dengan edukasi penyuluhan tentang gizi dan kesehatan untuk mempercepat proses perubahan perilaku orangtua dalam memberikan makanan yang tepat sesuai dengan usia serta pemilihan bahan makanan,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Puskesmas Cilebut, drg.Hilda mengatakan, dari puskesmas juga ada inovasi sarisalur atau satu hari satu telur yang dikumpulkan dari karyawan memberikan sedikit kontribusi sabagai daya ungkit dari status stunting menjadi tidak stunting, anak yang stunting selalu dikontrol oleh ahli gizi dari puskesmas untik memantau perkembangannya. Selain itu diberikan edukasi pada orangtuanya, juga semua level dari mulai remaja sebelum nikah, setelah nikah, sebelum hamil, setelah hamil kita kontrol. Upaya ini dilakukan untuk menurunkan jumlah balita yang terindikasi stunting menjadi tidak stunting.

” Upaya terus kita lakukan, selain memberikan edukasi kepada orangtuanya, juga kita berikan edukasi semua level dari remaja sebelum nikah, setelah nikah, saat hamil sampai setelah lahir.Kita juga punya inovasi yang namanya sarisalur atau satu hari satu telur yang dikumpulkan oleh karyawan sebagai bentuk kontribusi sebagai daya ungkit dari status stunting menjadi stunting, kita juga selalu kontrol balita stunting oleh ahli gizi dari puskesmas,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Babinsa Cilebut Timur, Serma Rohmad yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengajak warga agar menerapkan pola hidup sehat sesuai arahan dari petugas kesehatan dalam rangka berpartisipasi penurunan angka stunting di wilayah Desa Cilebut Timur.