BOGOR – Berawal karena imbas pandemi Covid-19, Muhamad Nur (22) dan Hilman Maulana (23) memutuskan berusaha membuka kedai di Jalan Raya Sukaraja, Kampung Cibanon, Kecamatan Sukaraja. Bersama 3 rekan lainnya, Ahmad Asep (24), Febriansyah (24) dan Sandi Mulyana (23), mereka memberanikan diri berbisnis di bidang kuliner dengan nama Kedai Yummy Kami.
Saat Ramadan lalu dan dimasa pandemi hingga penerapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) hampir semua dari mereka dirumahkan dan diliburkan dari pekerjaan. Berawal dari itu, mereka mencoba memanfaat momentum puasa juga masa pandemi ini dengan membuka peruntungan berjualan hidangan penutup (dessert) berupa salad buah dan es pisang ijo secara online.
Hilman, salah satu owner menuturkan, awal terjun usaha karena sedari SMP mereka berlima memang bersahabat dan sama-sama bercita-cita ingin memiliki usaha.
“Dari awal kita sekolah SMP memang pengen punya usaha. Waktu bulan puasa, ketika pandemi dan PSBB hampir semua dari kita diliburkan dari pekerjaan. Kita berlima memang sering kumpul bareng, suatu ketika terpikirlah buat coba usaha. Kita coba jual salad buah, es pisang ijo dan itu semua online dan hasilnya pun alhamdulillah.”ungkapnya kepada wartawan saat di temui, Rabu (05/07/20).
Masih ungkap Hilman, ketika usaha dessert mereka berjalan kemudian ada sebuah peluang untuk membuka kedai. Salah satu temannya yang juga owner, Asep, menawarkan dan memberi saran untuk menyewa ruko milik saudaranya agar dijadikan tempat untuk usaha mereka. Dengan bermodalkan Rp.5 Juta dari hasil patungan, mereka nekat membuka kedai dengan nama Kedai Yummy Kami. Namun omset yang bisa diraih pun terbilang cukup menjanjikan. Tercatat dalam satu bulan mereka mampu meraup keuntungan hingga mencapai Rp. 6 juta.