BOGOR, wwb.co.id – Bagi Barnas, berdagang lebih dari sekadar mencari nafkah, itu adalah perjalanan hidup yang sarat makna dan ujian. Ia meyakini bahwa segala risiko dan hasil dari usahanya sepenuhnya diserahkan kepada Allah.

Selama lebih dari dua dekade, Barnas telah menggeluti dunia perdagangan kaki lima di Kota Bogor. "Awalnya tahun 1997 saya mulai jualan pakai gerobak, tapi sepi. Akhirnya tahun 2021 saya beralih pakai mobil yang disulap jadi warung, dan pindah ke Jalan Pengadilan, Kelurahan Pebaton, Kecamatan Bogor Tengah," ungkap Barnas saat ditemui wwb.co.id, Selasa (14/10/2025).

Di warung kecilnya, Barnas menawarkan berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari rokok, kopi, susu, hingga aneka kue kering dan kerupuk. Namun, inovasi tidak berhenti di situ. Ia kini juga menyediakan layanan baru, seperti pengiriman uang melalui aplikasi Dana dan layanan tarik tunai bank dengan biaya administrasi sekitar lima persen dari nilai transaksi.

Meski usahanya terus berkembang dan jumlah pelanggan semakin bertambah, Barnas tetap menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah masalah utang dari pelanggan yang tak kunjung dibayar.

"Yang paling nyesek itu kalau udah ngutang, terus hilang begitu aja. Tapi ya sudah, saya serahkan saja semua sama Allah," kata Barnas dengan nada pasrah.

Bagi Barnas, berdagang bukan hanya soal keuntungan, melainkan juga tentang keikhlasan, kesabaran, dan keyakinan bahwa setiap rezeki sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.

(Hirawan Dewa)