KAB.BOGOR, WWB.CO.ID – Lahan 250 meter milik Sawaludin yang berlokasi di Kampung Gugunung, RT 06 RW, Desa Banjarwangi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor yang akan dilakukan pembangunan Tower BTS Telkomsel disoal warga lantaran menurut warga pembangunan tower BTS Telkomsel akan menimbulkan efek negatif.
Tidak sedikit warga Kampung Gugunung mengeluhkan susahnya sinyal disekitar kampung tersebut. Diketahui pembangunan tower BTS itu untuk memperluas jaringan internet.
Sawaludin pemilik lahan mengatakan, saat ini jamannya digital, semua membutuhkan sinyal yang kuat agar komunikasi dengan siapapun itu lancar.
“Banyak sekali fungsi tower ini, di jaman era digital, kita butuh tower supaya sinyal kuat, agar komunikasi bisinis usaha kita berjalan lancar, bahkan kebutuhan belajar disekolah pun tidak ada kendala,” paparnya.
Lanjut dia, kalo sinyal bagus semuanya komunikasi lewat seluler pun pasti lancar. Jadi tower ini fungsinya untuk kepentingan masyarakat umum. Pasti ada manfaatnya makanya di buat itu,” ujar, Sawaludin pemilik lahan kepada wartawan.
Dalam pembangunan tower BTS mungkin menjadi pro dan kontra di masyarakat, tetapi menurut Sawaludin, jika pembangunan tower ini berdiri tidak akan membahayakan warga sekitar.
“Menurut saya selama ini tower di seluruh Indonesia sudah ribuan terpasang, bahkan didepan rumah hingga halaman pun ada, Kalo seandainya berbahaya pasti pemerintah tidak akan mengijinkan. Jadi tidak ada dampak negatif dari tower ini. Sebelum adanya pembangunan tentunya sudah dikaji oleh ahlinya,” ungkapnya.
Pembangunan tower BTS itu, pihaknya melihat secara langsung tim ahli tanah, pakar teknologi sudah melakukan pengecekan dan mengkaji lahan tersebut hingga kedalaman.
“Sebelum melakukan pembangunan awalnya pekerjaan itu ada tim survei lokasi lahan, mengecek konstur tanah tersebut apakah ini lahan rawa, sawah, gembur, padat, semua itu sudah di kaji oleh tim ahli konsultan. Saya melihat sendiri tanah saya yang akan di bangun tower itu di BOR hingga dalam pake alat dan hasilnya bagus,” tuturnya.