Dalam peresmian tersebut, Wali Kota Bogor, Bima Arya hadir didampingi Kepala Bappeda Kota Bogor, Hanafi dan aparatur wilayah setempat.
Dalam ucapan selamat datang, Bima Arya mengungkapkan, Kota Bogor dan Aceh memiliki hubungan yang spesial, saling berbalas kunjungan dan saling mendukung berbagai kegiatan. Komunikasi yang terjalin menjadi lebih intens, mulai dari warga hingga para pejabatnya.
Selain itu, kata dia, dimensi dari hubungan yang erat meliputi berbagai dimensi, mulai dari budaya hingga yang terbaru adalah olahraga gowes bareng keliling Kota Bogor di tengah cuaca agak mendung, gerimis dan sejuk.
"Kami berharap hubungan yang ada terus berlanjut dan meliputi dimensi lainnya," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya memaparkan beberapa tipe pemimpin, mulai dari yang fokus pada hal-hal yang kekinian, yang sibuk dengan masa lalu (gagal move on) hingga pemimpin yang canggih. Pemimpin yang paling canggih adalah pemimpin yang move on, bergerak cepat dan berorientasi masa depan di tengah keterbatasan.
"Memikirkan mahasiswa yang belajar di luar Aceh dan difasilitasi itu tanda-tandanya Pak Gubernur maqam dan levelnya berorientasi pada masa depan. Dengan segala dilema dan hal yang sangat tidak mudah, Pak Gubernur masih memikirkan para mahasiswa," kata Bima Arya.
Sementara itu, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyebutkan hubungan antara Bogor dan Aceh bukan hubungan 'kaleng-kaleng'. Ia menceritakan pengalamannya berkolaborasi dengan Bima Arya menampilkan kesenian saat Wali Kota Bogor berkunjung ke Aceh, selain pengalamannya bersepeda keliling di Kota Bogor.
"Skema persaudaraan Aceh – Bogor merupakan langkah kecil untuk lompatan yang lebih besar," jelasnya.