DINAMIKA NEWS – Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti acara pelepasan siswa-siswi kelas VI Angkatan 68 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Fatusaadah yang digelar di Jalan Sukaraja RT 01 RW 07, Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Sabtu (20/6/2026).
Sebanyak 73 siswa-siswi resmi dilepas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pelepasan Angkatan 68 ini menjadi momentum istimewa yang menandai panjangnya perjalanan MI Fatusaadah dalam mencetak generasi Qurani dan berkarakter.
Acara dihadiri Kepala Desa Sukaraja Asep Aos, Ketua KKMI H. Suhendri, M.Pd, Kepala Dusun, Ust. Hermanudin, M.Pd, Bhabinkamtibmas, Kanit Bhabinkamtibmas Polsek Sukaraja, serta sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya H. Ruslan Abdul Gani selaku Ketua DKM Masjid Besar Quba Sukaraja, H. Ahmad Nuris, Ust. Djaja Ahmad Rojai, Ketua RW 05, Ketua RW 07, dan Ketua RW 08.
Kepala MI Fatusaadah, Ahmad Nurcholis, S.Ag, bersama jajaran guru secara simbolis melepas para lulusan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh siswa agar tetap menjaga nilai-nilai agama dalam menapaki masa depan.
“Kalian dilepas hari ini untuk menggapai cita-citamu setinggi langit. Tapi ingat pesan bapak-bapak guru, jangan pernah meninggalkan ibadah dan sholat. Tanpa pertolongan Allah, kecerdasan intelektual saja tidak cukup untuk membuat kita sukses. Kita bisa sampai di titik ini semua karena ridho-Nya,” ungkap Nurcholis.
Ia menegaskan bahwa MI Fatusaadah senantiasa menanamkan dua bekal utama kepada setiap lulusannya, yakni ilmu dan iman.
“Jadilah anak yang cerdas otaknya, tetapi juga kuat imannya. Hormati orang tua, hormati guru, dan jadilah anak yang bermanfaat bagi umat,” pesannya.
Prosesi pelepasan berlangsung penuh emosional melalui sungkem kepada guru dan orang tua, penyerahan sertifikat kelulusan, serta doa bersama. Tangis haru pecah ketika para siswa menyanyikan lagu perpisahan sambil memeluk guru-guru yang telah membimbing mereka selama enam tahun terakhir.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua KKMI Kabupaten Bogor, H. Suhendri, M.Pd, menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan 73 siswa yang dinyatakan lulus tahun ini. Menurutnya, angkatan tersebut memiliki cerita perjuangan tersendiri karena memulai pendidikan dasar di tengah pandemi Covid-19.
