Bogor, wwb.co.id - Alun-Alun Empang kini menjadi sorotan tajam. Di tengah dinamika pengelolaan lahan yang bernilai sejarah dan spiritual tinggi, suara keluarga wakif akhirnya angkat bicara demi meluruskan niat suci para pendahulu. Menjaga marwah wakaf bukan sekadar urusan administratif, melainkan tanggung jawab moral yang diikat oleh amanah agama. Pada Senin (20/07/2026).
Amanah Suci untuk Perkembangan dan Pendidikan Islam, Yang dititipkan RM.Thohir Ulama Karismatik Salah Satu Pendiri Bogor
Ustad R. Muhamad Padma Negara, sebagai perwakilan keluarga wakif, menegaskan bahwa tanah tersebut diwakafkan dengan tujuan yang sangat spesifik dan mulia. Ia menekankan bahwa spirit utama dari wakaf ini yakni adalah untuk kepentingan pendidikan agama Islam.
"Untuk kepentingan pendidikan Islam yang dihidupkan di masjid," tegas Ustad Padma Negara.
Pernyataan ini menjadi pengingat keras bagi para pengelola saat ini. Bahwa tanah wakaf tersebut bukanlah ruang publik yang bebas fungsi tanpa arah, melainkan lahan yang didedikasikan untuk membumikan ajaran Islam melalui kegiatan pendidikan yang terpusat di masjid. Segala aktivitas di atas lahan tersebut seharusnya bermuara pada penguatan syiar dan dakwah.
Senada dengan itu, Dadang helmansyah, Yang juga Salah satu keluarga pewakif menyampaikan hal yang sama bahwa tanah wakaf tersebut (Alun-alun empang, Red) peruntukannya ialah untuk pendidikan dan pengembangan agama Islam.
"Tanah wakaf peruntukannya untuk pendidikan dan pengembangan agama Islam. Untuk masjid khususnya untuk penduduk setempat, mempererat tali persaudaraan, melakukan pendidikan, pendidikan sekolah-sekolah atau pesantren, mengadakan dakwah. Maksud dan tujuannya untuk pengembangan agama Islam" Jelasnya
Tanggapan atas Revitalisasi alun-alun oleh Pemkot Bogor
Terkait revitalisasi yang digaungkan pemkot Bogor terhadap kawasan tersebut, Dadang menyambut positiv, menurutnya kawasan tersebut akan diperbagus untuk masyarakat, dari pada dibiarkan kotor, dan hal itu menurutnya tidak menyimpang dari amanah.