BOGOR, DINAMIKA NEWS – Pemerintah Kota Bogor menyatakan dukungannya terhadap rencana Yayasan Taawunwakaf Indonesia untuk melanjutkan pembangunan sekolah di Jl. Anggrek Raya RT 01/RW 06, Kampung Ciheuleut, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Dukungan tersebut disampaikan Kepala Bagian Hukum dan HAM Setda Kota Bogor, Alma Wiranta, saat menerima audiensi pihak yayasan, Rabu (12/8/2026).
Alma menyambut baik langkah Yayasan Taawunwakaf Indonesia yang kembali berupaya melanjutkan pembangunan fasilitas pendidikan yang selama ini tertunda. Menurutnya, dari sisi legalitas, yayasan telah memiliki dokumen yang lengkap dan tidak ditemukan persoalan hukum yang menghambat pembangunan.
“Secara legalitas yang dimiliki Yayasan Taawunwakaf Indonesia sudah lengkap dan tidak ada masalah secara hukum. Bahkan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Bogor terinfo sudah turun langsung ke lokasi,” ungkap Alma.
Ia menegaskan, keberadaan legalitas yang jelas menjadi dasar bagi yayasan untuk melanjutkan proses pembangunan. Pemerintah Kota Bogor, kata Alma, pada prinsipnya akan memberikan dukungan terhadap pembangunan yang diperuntukkan bagi kepentingan pendidikan.
“Kalau legalitas sudah ada, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tinggal dilaksanakan. Apabila ada penolakan, tentu dapat ditempuh melalui mekanisme hukum,” tegasnya.
Meski demikian, Alma menyarankan agar pihak yayasan kembali berkoordinasi secara administratif dengan pemerintah wilayah setempat. Salah satunya dengan membuat surat pemberitahuan kepada Kelurahan Cibuluh terkait rencana pembersihan lahan sebagai bagian dari persiapan melanjutkan pembangunan.
“Yayasan kami sarankan membuat surat pemberitahuan kembali kepada Kelurahan Cibuluh terkait kegiatan pembersihan lahan. Ini penting agar seluruh proses berjalan secara tertib dan terkoordinasi,” jelasnya.
Alma menambahkan, pemerintah daerah akan mendukung pembangunan sekolah selama seluruh ketentuan administrasi dan hukum telah dipenuhi. Terlebih, pembangunan tersebut bertujuan menyediakan sarana pendidikan bagi masyarakat.
Sementara itu, Pengawas Yayasan Taawunwakaf Indonesia, Iwan Setiawan, berharap audiensi tersebut dapat menjadi jalan keluar atas persoalan pembangunan yang selama ini berlarut-larut.