BOGOR, DINAMIKA NEWS – Memasuki usia ke-65 tahun, Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Bogor menunjukkan bahwa momentum milad bukan sekadar seremoni. Melalui kegiatan AKSATAREA (Aksi Sungguh Terampil Sarerea), IPM menghadirkan berbagai kegiatan sosial, edukatif, dan kreatif bagi masyarakat di Pamijahan.

Mengusung tema “Revitalisasi Kuta Udaya Wangsa, 65 Tahun Berdiri Semaikan Ruang Gembira Berkarya”, kegiatan tersebut berlangsung di TPQ Ghirah Islam, Pamijahan, Ahad (9/8/2026).

Kegiatan dihadiri jajaran pimpinan Muhammadiyah, DPD KNPI Kabupaten Bogor, serta kader IPM dari berbagai wilayah di Kabupaten Bogor. Sejumlah agenda digelar, mulai dari bakti sosial, santunan anak yatim, diskusi pelajar, hingga pertunjukan seni.

Ketua Umum PD IPM Kabupaten Bogor, Ipan Supanji, menegaskan bahwa peringatan milad harus menjadi ruang bagi kader untuk membuktikan kebermanfaatan organisasi.

Menurutnya, semangat Kuta Udaya Wangsa perlu diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang mampu mendorong kader IPM untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi bagi masyarakat maupun bangsa.

“IPM terus berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. Semangat Kuta Udaya Wangsa harus tumbuh subur dalam tubuh IPM agar kami bisa terus berkarya dan memberi manfaat,” ujar Ipan.

Ketua PCM Pamijahan, Evi Rusdiana, M.Pd., juga menilai keberadaan IPM memiliki posisi penting dalam proses kaderisasi Muhammadiyah. Ia menyebut IPM sebagai salah satu wadah yang mempersiapkan generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan dan amal usaha Muhammadiyah.

“IPM adalah pelangsung dan penyempurna amal usaha serta cita-cita Muhammadiyah. Dari sinilah kader-kader masa depan Muhammadiyah ditempa,” katanya.

Dukungan terhadap kiprah IPM juga disampaikan Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor, Wahyudi Chaniago, S.H. Ia mengapresiasi kontribusi IPM sebagai salah satu organisasi kepemudaan di Kabupaten Bogor.