KOTA BOGOR, WWB.CO.ID – Hampir 6 tahun menunggu, Warga Sukajadi dan Gang Apu Sumringah dengan dibangunnya Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kampung Sukajadi dan Gg Apu, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
Yanti Maryanti Lurah Bondongan mengatakan, sangat bersyukur pembangunan TPT yang di nanti nanti oleh warga Kampung Sukajadi dan Gg Apu terealisasi guna masyarakat bisa lebih nyaman untuk melewati jalan perbatasan antara RW 19 dan RW 09.
“Jadi itu adalah tempat atau lingkungan jalan umum warga Perbatasan gang apu dan sukajadi, dengan terbangun nya TPT insyaallah warga akan lebih nyaman untuk melewati lokasi jalan tersebut,” ujarnya, kepada wartawan Senin (21/11).
Di realisasikan nya pembangunan TPT itu berawal dari Pengajuan Musrembang, untuk anggaran nya ada Dinas terkait yaitu di Dinas PUPR Kota Bogor.
“Untuk kedepannya setelah di bangun TPT untuk kenyamanan warga sekitar apa lagi di musim hujan ini rawan longsor, terutama lingkungan harus bersih dalam arti kata yang namanya di pinggiran sungai itu salah satu dampak kalo memang tidak terjaga kebersihan nya salah satu nya sampah itu akan menjadikan si TPT itu cepet terkikis karena aliran sungai, jadi dengan terbangun nya TPT alhamdulillah untuk kenyamanan warga sekitar jadi terhindar bahaya longsor,” kata Yanti Maryanti.
Sementara itu, Ferry warga sukajadi menambahkan, dirinya mewakili warga sukajadi berterima kasih kepada Anggota Dewan di Bogor Selatan karna sudah berkoordinasi dengan Dinas terkait dengan dibangunnya Tembok Penahan Tanah (TPT) tersebut.
“Saya sebagai Warga bersyukur alhamdulillah tanggal 4 kemarin dapat kabar pembangunan TPT bisa di eksekusi yang sebelum nya dapet kabar di bulan juli tanggal 2 ternyata pertengahan bulan ada pembatalan dan terjadilah di bulan November sekarang,” tuturnya.
Ferry melanjutkan, dalam pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) ini pihaknya bersyukur warga Sukajadi dan Gang Apu dilibatkan dalam pengerjaan, ada sekitar 6 sampai 8 orang untuk ikut dalam pengerjaan.
“Harapan nya sih semoga kokoh bisa bertahan sampai puluhan tahun karena kondisi benteng ini tuh riskan,” tandasnya.