KOTA BOGOR, wwb.co.id – Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan bahwa dari hasil laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) Kota Bogor yang menguji beberapa menu makan bergizi gratis (MBG) selama empat hari terungkap dari menu beberapa makanan mengandung dua jenis bakteri.
‎
‎Dua jenis bak teri tersebut, menurut Dedie yakni Ecolly dan Salmonella yang terdapat pada menu telor ceplok dengan bumbu barbeque dan tumis tahu serta toge yang disajikan oleh SPPG Bina Insani kepada 210 siswa yang mengalami keracunan.
‎
‎Kemudian Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno menerangkan siswa yang mengalami keracunan berasal dari delapan sekolah yang kini dirawat.
‎
‎Secara rinci dijelaskan Sri Nowo Retno, ada 34 siswa yang saat ini menjalani rawat inap, 47 siswa rawat jalan, 129 siswa mengalami keluhan ringan.
‎
‎Dari peristiwa itu, lalu Pemerintah Kota Bogor menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Dan, ditentukan seluruh siswa yang mengalami keracunan, biaya pengobatan ditanggung Pemkot Bogor.
‎
‎(Hirawan Dewa)