GORONTALO, wwb.co.id - Setelah dua dekade penuh dedikasi, Sofyan Jusuf, seorang penyandang disabilitas tunarungu, akhirnya meraih impiannya untuk menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kota Gorontalo. Perjuangan dan ketekunannya selama 20 tahun sebagai penjaga sekolah di SDN Nomor 06 Kota Barat membuahkan hasil yang membanggakan.

"Alhamdulillah, pada tahun ini ketika ada kesempatan saya mencoba mengikuti seleksi dan dinyatakan lulus pada pengangkatan PPPK paruh waktu," ungkap Sofyan dengan penuh rasa syukur pada Rabu, 8 Oktober 2025.

Perjalanan Sofyan dimulai pada tahun 2005, ketika ia diangkat sebagai penjaga sekolah setelah sebelumnya bekerja sebagai buruh bangunan. Dengan gaji awal Rp175 ribu, ia menunjukkan komitmen dan disiplin yang tinggi, sehingga gajinya meningkat menjadi Rp750 ribu per bulan seiring waktu.

Setiap hari, dari Senin hingga Jumat, Sofyan memulai tugasnya sejak pukul 06.00 Wita, membersihkan halaman, ruang kelas, dan merawat tanaman di sekolah. "Pekerjaan ini sudah menjadi bagian dari hidup saya, dan saya merasa bangga bisa berkontribusi untuk pendidikan anak-anak," katanya dilansir dari Antara.

Selain tugas utamanya, ia juga memanfaatkan waktu luang dengan menerima pekerjaan sebagai tukang di rumah-rumah warga. "Dengan penghasilan yang saya dapatkan, saya bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari," tambahnya.

Sofyan tinggal di perumahan sekolah selama hari kerja dan pulang ke rumah kerabatnya di Kelurahan Ulapato pada akhir pekan. "Saat ini saya sangat bersyukur dan bahagia, Alhamdulillah bisa terangkat dan tercatat sebagai abdi negara," tuturnya.

Deasy Putri Modjo, operator sekolah di SDN 06, mengungkapkan rasa bangga atas pengabdian Sofyan. "Kinerja Sofyan selama ini cukup bagus, ia rajin dan bekerja dengan disiplin, sehingga dengan terangkatnya beliau menjadi PPPK paruh waktu, merupakan kebanggaan dan kebahagiaan bagi kami keluarga besar SDN Nomor 06 Kota Barat," ujarnya.