KOTA BOGOR, wwb.co.id – Kiprah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang membuat program Barak Militer sebagai pembinaan anak -anak bermasalah yang tindakan sudah mengarah kriminal dan tidak sanggup dibina oleh orang tuanya, lalu dikirim ke barak militer sebagai upaya melakukan pendidikan karakter , pembentukan jati diri dalam proses pembentukan kepribadian.

Menyikapi program Dedi Mulyadi kemudian Kepala SD Pertiwi H.miftahudin Rabu (15/3) menerangkan pada wwb.co.id diruang kerjanya , bahwa secara pribadi setuju saja, selama antara orang tua dan penyelenggara sepakat menyerahkan ke barak militer.

Karena dari sisi kemanusiaan, tambah H. Miftahudin, pembinaan langsung dilakukan dengan tindakan nyata, tidak hanya dengan bicara mengenai solusi saja.

Masih menurut H. Miftahudin, acap kali pula perbuatan anak bermasalah di beri hukuman tanpa mendalami latar belakang atau sebab perbuatannya.

Jika pelayanan dan perlakuan terhadap anak bermasalah akan terus menjadi persoalan.

(Hirawan Dewa)