KOTA BOGOR,wwb.co.id – RSUD Kota Bogor dirujak netizen atas adanya pemberitaan keluhan pasien dipulangkan dalam kondisi yang masih mengalami sesak napas pada Selasa 31 Desember 2024 lalu.
Kasus atas nama pasien bernama Willem pun menghebohkan jagat maya hingga menarik perhatian publik dalam beberapa hari terakhir dan menjadi sorotan netizen di media sosial melalui akun Tiktok @wwb.co.id.oficial tersebut.
Banyak komentar yang datang dari berbagai pihak, baik yang pro maupun kontra terhadap pelayanan rumah sakit plat merah, milik pemerintah Kota Bogor ini.
Salah satunya, seorang netizen dengan inisial D memberikan komentar tajam yang mencerminkan kekecewaannya terhadap pelayanan rumah sakit. Ia menyatakan bahwa RSUD Kota Bogor tidak memiliki transparansi dan hanya melayani pasien tertentu yang memiliki hubungan dengan petinggi.
”RSUD KOTA BOGOR MAH UDAH GAHERANNNN WKWKWK, LU MAU DAPET KAMAR BUAT DIRAWAT AJA KUDU PUNYA ORDAL ATAU PETINGGI. DULU GUA MASUK IGD DIBILANG GADA KAMAR BUAT RAWAT PAS TLP PETINGGI LANGSUNG DPT KAMAR ,” tulisnya dalam sebuah komentar yang viral.
Selain itu, seorang netizen lain, inisial K, membagikan pengalaman pahitnya mengenai keluarganya yang dipulangkan dari RSUD Kota Bogor meskipun kondisinya masih memprihatinkan.
“Bapa gua juga begitu, dipulangkan padahal kondisinya masih belum begitu membaik. 3 harian di rumah langsung drop, dibawa lagi ke RSUD beberapa hari kemudian meninggal dunia ,” tulisnya.
Di sisi lain, ada pula yang memberikan pujian terhadap pelayanan di RSUD. Seorang pasien dengan inisial N mengungkapkan pengalaman positifnya ketika dirawat di rumah sakit tersebut.
“Aku pasien RSUD Kota Bogor dirawat dan sekarang berobat jalan pun Alhamdulillah pelayanan nya bagus banget, ramah… dari dokter dan perawatnya pun baik,” tulis N.
Namun, tidak sedikit juga netizen yang merasa kesal dengan layanan rumah sakit, seperti pengalaman yang dibagikan oleh seorang pengguna yang mengungkapkan masalah dengan pengobatan BPJS.
”Sy juga pernah ngalamin pas ibu dirawat di situ disuruh pulang dulu sama dokternya… katanya BPJS-nya cuma buat 5 hari dan itu sudah membengkak tagihannya,” ungkapnya.
Viralnya pemberitaan ini di media, baik melalui bharatanews.id, wwb.co.id, dan platform TikTok, membuat publik semakin terbuka terhadap berbagai versi pengalaman yang dialami oleh pasien dan keluarga pasien. Di sisi lain, RSUD Kota Bogor masih belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan yang viral ini, meski semakin banyak masyarakat yang merasa kecewa terhadap pelayanan rumah sakit tersebut.
Beberapa komentar juga mengkritik soal tagihan biaya pengobatan yang membengkak meskipun menggunakan fasilitas BPJS, serta adanya dugaan ketidaktransparanan dalam pelayanan medis. Pasien yang membutuhkan perawatan intensif terpaksa pulang dan tidak mendapatkan perhatian penuh dari pihak rumah sakit, seperti yang dialami oleh pasien Willem.
Direktur RSUD Kota Bogor sebelumnya telah mengklaim bahwa proses perawatan sudah sesuai prosedur dan SOP yang berlaku. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak RSUD Kota Bogor lebih lanjut mengenai komentar-komentar yang mengkritik keras rumah sakit tersebut.
(Wahyu Aji/Nan)

