KOTA BOGOR, WWB.co.id – Pada hari Kamis, 3 Februari 2022, Metamorfosis yang merupakan Mitra Utama USAID-MADANI, Metamorfosis bersama Forbodas, bekerjasama dengan Kelurahan Katulampa dan Babakan Pasar Kota Bogor menyelenggarakan “Lokakarya Penyepakatan Implementasi Modelling: Program Penguatan Toleransi Tingkat Kelurahan, Kelurahan Katulampa dan Babakan Pasar”.
Lokakarya ini diselenggarakan dengan tujuan memetakan calon kelompok masyarakat  penggerak toleransi serta menyepakati rencana aksi pelaksanaan kegiatan modeling berupa penguatan kapasitas dan promosi nilai-nilai toleransi dan keadilan gender.  Kegiatan diselenggarakan dengan cara offline dan tetap menerapkan protokol kesehatan, bertempat di Aula Kantor Kelurahan Katulampa Kota Bogor.
Tujuan dibuat acara ini adalah mendesiminasikan proses kegiatan yang sudah dilakukan Metamorfosis dan Forbodas dalam persiapan modeling kepada peserta yang hadir seperti: tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda dan organisasi masyarakat, agar artikel ini diketahui dan menjadi pelajaran bagi  halayak luas, dengan menghadirkan narasumber Sofia sebagai Direktur  Metamorfosis, A.R.Mutaqin FC MADANI, Kepala Badan Kesbangpol digantikan dengan Aep Syaifulloh, Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan, H. Hasbulloh, SE, MA, Ek – Ketua FKUB Kota Bogor, Eka Deri Rahmat Irawan, S.STP.M.M – Lurah Katulampa, Citra Widya Lestari, S.P.,MM – Lurah Babakan Pasar dan Hj. Liya Yulianti, SE. MA. – Lurah Gudang yang digantikan dengan Irvan, Kepala Seksi Pemerintahan.
Dalam kegiatan hadir A.R Mutaqin, memberikan sambutan yang menekankan pentingnya kolaborasi dari 5 unsur yaitu pemerintah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, media dan privat sector.
Pada kesempatan itu juga, narasumber menyampaikan konsernnya masing-masing dalam mendukung modelling di Kelurahan Babakan Pasar dan Kelurahan Katulampa dan mengundang Kelurahan Gudang, agar dapat menduplikasi kegiatan modelling, sebagai kelurahan replikasi setelah ini.  Semua peserta mendukung adanya modelling dan berharap modelling ini ada di semua wilayah Kota Bogor, karena pentingnya penguatan kapasitas bagi masyarakat dalam mendukung promosi nilai-nilai toleransi dan keadilan gender di masyarakat.
Halaman:
M
Penulis: Manan