KOTA BOGOR, wwb.co.id – Pihak RSUD Kota Bogor dinilai mengada-ngada oleh pasien Willem dalam memberikan keterangannya di media baru-baru ini. Pasalnya, selama ini, ia didiagnosa oleh rumah sakit dinyatakan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).
”Padahal PPOK ini berawal dari diagnosa Puskesmas Boteng yang keluarin rujukan ke RS swasta dan sempat juga dikonsultasikan ke spesialis paru, namu yang terakhir di RS lain saya tidak dikonsultasikan ke paru, setelah pulang dari RSUD Kota Bogor pada tanggal 31 Desember itu,” ungkap pasien Willem dalam keterangannya kepada media, Kamis (09/01/25).
Sedangkan, lanjut Willem, spesialis paru pernah visit, dan menyatakan paru-parunya bagus engak masalah.
”Saya bingung ini dokter bisa yakin indikasi klinis pasien baik tanpa berdasar data dan fakta medis. Disuruh pulang hanya asma tapi dikasih obat jantung,” terangnya.
”Disuruh pulang karena asma tapi obatnya buat jantung,” kata dia lagi.
Selama dalam proses perawatan di RS lain, dirinya mengaku tidak pernah dikonsultasikan dengan spesialisasi paru.
”Faktanya saya di RS lain tidak pernah di konsul ke spesialis paru, semua urusan spesialis jantung,” jelas pasien.
Sementara itu, Direktur RSUD Kota Bogor, dr H. Ilham Choidir mengaku sudah mempelajari dan memanggil bagian terkait. Bahkan sudah sesuai Operasional Prosedur (SOP).
”Saya sudah pelajari, dan panggil bagian terkait, secara sop sudah sesuai kewenangan klinis, pasien dianjurkan ke poliklinik utk pengobatan lanjutan…jika ada kekurangan akan terus dievaluasi utk perbaikan layanan,” ungkapnya ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp messenger, Kamis (09/01/25).
”Siap…mangga(silahkan), yang jelas kita akan perbaiki semua aspeek, dan butuh kesabaran ya, kami sadar, manusia tidak sempurna, semoga Allah mengampuni kita semua,”singkatnya.
Pasien bantah keterangan pihak RSUD Kota Bogor
Redaksi
Jumat, 10 Januari 2025 | 01.27 WIB
•
11290 Views
Ilustrasi: Pasien bantah keterangan pihak RSUD Kota Bogor
×