KAB.BOGOR, wwb.co.id – Kepala UPT Pajak Daerah Kelas A Parung, Herry Giananta memastikan plang peringatan terpasang di Boash Waterpark tidak akan dicabut sebelum menyelesaikan tanggungan terhadap Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) diselesaikan seluruhnya.
”Kalau yang namanya tunggakan, ya’ harus dibayar semuanya. Ada kebijakan langsung dari Kejaksaan dan bagaimana teknisnya nanti akan ditentukan oleh Bapenda. Dia (Boash) bayar bertahap. Nah, ini kan udah dipasang plang berarti harus bayar sekaligus,” ungkap Herry Giananta melalui panggilan WhatsApp messenger, Senin (10/2/25).
Baca juga : Boash Waterpark nunggak pajak capai ratusan juta hingga terancam izinnya dicabut
Baca juga : Ditanya soal tunggakan pajak, Anak pemilik Boash Waterpark ngaku Kunker diluar Negeri
Ia menjelaskan bahwa telah mendistribusikan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) untuk enam kecamatan di awal Februari tahun ini, sejalan dengan program relaksasi pengurangan pokok pajak sebesar 5% yang diberikan kepada masyarakat.
Oleh karena itu, Herry meminta pemilik Boash Waterpark untuk proaktif terhadap persoalan tunggakan PBB tersebut.
“Saya sudah minta proaktif kepada pihak pak Muztahidin agar cepat dibayar, apakah hari ini atau besok. Ya mudah-mudahan mereka bayar. Kalau saya lihat sih’ tadi sudah ada pembicaraan dengan pihak Boash Waterpark bahwa mereka akan membayar. Tapi, tetap ada hal-hal yang di luar kendali kami,” jelasnya.
Herry mengakui pihak Boash Waterpark sudah melaksanakan kewajiban untuk membayar pajak tahun 2025. Namun, masih menunggu kepastian kapan sisa tunggakan dari tahun 2022 hingga 2024 akan dibayar.
“Satu tahun sudah mereka bayar yang tahun 2025. Saya cek di sistem bahwa dia sudah bayar, pembayarannya di UPT di loket Bank BJB. Tapi tetap saya kejar lagi, kapan akan melunasi yang kurangnya. Mereka bilang masih mengurus manajemen. Dan itu bukan ranahnya kami. Yang penting, kami menunggu kapan cepat dilunasi agar kami bisa segera menurunkan plang peringatan,” tuturnya.
Baca juga : Boash Waterpark mengakui adanya tunggakan Pajak, Janji Lunasi akhir Januari
Baca juga : Kejari Kabupaten Bogor sulit dimintai keterangan Tunggakan Pajak Boash Waterpark
Pihak Boash Waterpark, menurut Herry, kemungkinan memilih membayar pajak tahun 2025 terlebih dahulu karena sudah dikelola oleh manajemen baru, sembari menelusuri dugaan penggelapan dana yang dilakukan oleh manajemen sebelumnya.
“Dia (Boash-red) mungkin mikirnya yang 2025, karena udah didistribusi manajemen yang baru. Ya’ udah bayar dulu, dia menelusuri mungkin yang penggelapan itu.” pungkas Herry.
Baca juga : Tunggakan Pajak Boash Waterpark disebabkan adanya penggelapan uang
(Ry/GN)