DINAMIKA NEWS -- Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan budaya, dan keunggulan ini diakui oleh UNESCO sebagai salah satu warisan dunia. Dalam upaya menjaga dan melestarikan kekayaan budaya tersebut, Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Humaira yang terletak di Desa Susukan, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, meluncurkan program pelestarian budaya Sunda yang bertajuk "Ngamumule Budaya Sunda".

Kepala MIS Humaira, Gus Tauhid, mengungkapkan bahwa program ini dicanangkan pada Sabtu (23/11) dan dihadiri oleh 400 siswa. "Kegiatan ini baru pertama kali digagas, untuk merespons kerinduan para siswa dan orang tua siswa terhadap bahasa dan budaya Sunda serta sosok Sribaduga Maharaja Prabu Siliwangi," kata Tauhid, Senin (25/11/2025).

Antusiasme luar biasa terlihat dari para siswa dan orang tua, yang menunjukkan kekompakan dengan mengenakan pakaian adat Sunda. Dari 400 anak, 100% mengenakan atribut khas Bogor, meskipun pengumuman kegiatan hanya dilakukan dua hari sebelum acara.

Acara ini terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan, termasuk apel pencanangan Gerakan Ngamumule Budaya Sunda, lomba busana adat Sunda, dan sarasehan mengenai Sejarah Kerajaan Sunda Pakuan Pajajaran serta Sribaduga Maharaja Prabu Siliwangi.

Dalam sarasehan tersebut, Ahmad Fahir, Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Dewan Adat Sunda Langgeng Wisesa (SLW), menjadi narasumber. Acara ini diikuti oleh 400 siswa yang dibagi dalam dua sesi, dengan 200 siswa dari kelas 1-3 pada sesi pertama dan 200 siswa dari kelas 4-6 pada sesi kedua.

Ahmad Fahir menekankan pentingnya pemahaman silsilah genetika sebagai bagian dari identitas diri. "Masyarakat Kabupaten Bogor umumnya sudah 'pareum obor' alias kurang memiliki ikatan batin yang kuat dengan leluhurnya. Jarang yang memiliki pemahaman silsilah genetika secara lengkap hingga Sribaduga Maharaja Prabu Siliwangi," ujarnya.

Fahir menambahkan bahwa mengenal silsilah leluhur akan menumbuhkan rasa memiliki terhadap budaya Sunda. "Kalau kita mengenal silsilah genetika dan purwadaksi, akan memiliki rasa memiliki budaya Sunda. Ada inspirasi untuk menjaga dan melestarikan warisan kebaikan dan nilai-nilai adiluhung yang diwariskan Prabu Siliwangi dan para leluhur Sunda," tegasnya.

Menurut Fahir, Bogor adalah ibu kandung peradaban, bukan hanya Sunda tetapi juga Nusantara dan dunia. Pada masa lalu, Bogor memiliki peran penting dalam sejarah global, terutama pada era Kerajaan Sunda Pakuan Pajajaran yang dipimpin oleh Prabu Siliwangi, yang dikenal sebagai bangsa besar yang adil dan bijaksana.*