KAB.BOGOR, WWB.CO.ID – Dalam perkembangan jaman, Presiden RI Jokowi menggagas Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang mendasari terbitnya Perpres No 87 Tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter yang harus di implementasikan di sekolah dengan lima nilai utama yaitu intergritas, religius, nasionalis, kemandirian dan gotong royong.

Karena pendidikan karakter adalah proses mendidik untuk mengembangkan sikap yang memancarkan akhlak mulia dan budi pekerti.

Sehingga peserta didik memiliki keseimbangan, antara pengetahuan akademik dan pembiasaan berakhlak mulia.

Menyepakati pendapat diatas ini, Deni Hamdani, guru IPS di SMPN 1 Taman Sari, Kabupaten Bogor, mengatakan proses belajar dalam kelas disekolah, dirinya lebih mengedepankan pendidikan karakter.

Karena pendidikan karakter, tambah Deni, memuat ajaran jujur, disiplin, toleransi, demokratis dan kerja keras yang mampu membentengi peserta didik dari pengaruh tidak baik, seperti tawuran dan anarkis.

Masih menurut Deni, penguatan pendidikan karakter disekolah mampu merubah siswa menjadi beradab. Sebagai contoh kecil, ungkap Deni, sekarang ini masih banyak siswa yang mengabaikan budaya antri dengan tertib serta tidak sedikit pula siswa yang bisa menghormati pada yang lebih tua atau dirinya sendiri.

Dari kesan itu lalu Deni, sebagai guru, merasa harus memulai menanam pendidikan karakter sebagai investasi edukasi untuk menciptakan kedepan generasi cerdas, bertakwa dan nasionalis.

(Hirawan)