KOTA BOGOR, wwb.co.id – Logo Hari Jadi Bogor (HJB) menjadi sorotan komunitas dan pemerhati ekonomi kreatif dalam diskusi bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor pada Selasa, (20/5/25).
Pasalnya, logo tersebut dinilai kuno dan terlalu tua. Saya di sini bukan hanya bicara tentang Bogor Creative Center (BCC) dan Gedung Kemuning Gading saja, tapi disini saya juga ingin mengkritisi soal logo yang lumayan jelek sih,” ungkap salah satu peserta diskusi yang akrab disapa Walikonten itu dalam diskusi, sarana dan prasarana Gedung Bogor Creative Center (BCC) dan Gedung Kemuning Gading, di ruangan rapat Disbudpar Kota Bogor.
”Mohon maaf saya tidak meledek yang membuatnya, tetapi saya secara estetika memang tidak suka. Terlalu kuno, terlalu tua dan terlalu kolot, saya secara pribadi tidak suka itu. Jadi saya mohon kepada orang tua kami yang ada disini, ketika memang netisnya, atau semangat zamannya, zaman sekarang tolong jangan gunakan semangat zaman yang dulu karena itu berbeda,” tuturnya.
Sementara itu, Ice Pujiati mengaku tidak berani menjawab terkait adanya keluhan tentang logo tersebut.
”Kalau logo itu Dirut PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ketua Hari Jadi Bogor (HJB-nya), saya tidak berani menjawab tentang logo,” kata Ice di ruang kerjanya.
Ketika ditanya keterlibatan Disbudpar dalam rangkaian acara HJB tahun 2025 ini, ice menyebut bukan tidak dilibatkan, akan tetapi, ia memastikan sudah melalui kajian.
”Intinya logo ini sudah melalui kajian, itu ada 543, ada tugu kujang, itu ada artinya, atau arti harfiah, saya pikir logo ini sudah memiliki kajian atau arti,” ujar Ice.
Sementara itu, Direktur Perumda Tirta Pakuan, belum merespon pesan dari wartawan ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp messenger.