Membongkar Ambisi Tersembunyi di Balik Narasi “Pengabdian”

Oleh: Richard E.G.A. Angkuw, SH., MH.
Ketua Departemen Komunikasi Politik dan Kebijakan
Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (DPP-AWDI)

Indonesia dikenal sebagai negara demokrasi yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan. Namun, demokrasi akan kehilangan makna apabila proses politik justru menjadi ruang tumbuhnya politik dinasti, nepotisme, dan kepentingan oligarki.

Kekhawatiran tersebut perlu dibaca sebagai kritik terhadap tata kelola kekuasaan, bukan sekadar tudingan kepada kelompok tertentu. Ketika hubungan keluarga, kedekatan politik, dan kekuatan modal semakin menentukan akses terhadap jabatan publik, prinsip meritokrasi dan kepentingan masyarakat berpotensi tersisihkan.