JAKARTA, wwb.co.id – Total utang Negara Indonesia per Januari 2025 Rp. 8.909,14 Triliun, Kenaikan dari Desember 2024Rp. 108,05 Triliun, Rasio utang terhadap PDB mendekati 40%, Utang Luar Negeri per Januari 2025 adalah US$204,8 miliar atau sekitar Rp. 3,374,08 triliun.

‎Koalisi Biarkan Rakyat Mengadili (KBRM) menerima informasi bahwa Pemerintahan Presiden Prabowo atas rekomendasi Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk tarik utang baru Rp 1.000 Triliun dari World Bank, International Monetary Fund/IMF, & Bank for International Settlements/BIS. Dari utang baru tersebut akan digunakan Rp 800 Triliun untuk membayar bunga utang negara sebelumnya. Sedangkan peruntukkan Rp 200 Triliun masih belum jelas,” ungkap Kordinator aksi, Rizki Ahmad disela-sela aksi, Kamis (24/4/25).

‎Sri Mulyani, kata Rizki, pernah bekerja melayani IMF & World Bank memang jagonya membawa Presiden-presiden Indonesia untuk berutang.

‎”Misalnya sejak jaman SBY 10 tahun, Jokowi 10 tahun, dan sekarang Jaman Prabowo juga diajak untuk berutang dan berutang lagi atas nama rakyat dan Negara Indonesia,” imbuhnya.

‎Jadi, Sri Mulyani memang jago sebagai orang tengah atau middle woman untuk Indonesia mendapatkan utang. Bahkan Sri Mulyani sangat dipercaya oleh IMF & World Bank. Jadi, siapa sesungguhnya Sri Mulyani ini di balik pintu tertutup.?

‎Apalagi KBRM dari worldbank.org mengetahui bahwa dalam bisnis utang-piutang ini ada yang namanya fee-commission dari transaksi utang,” ucap Rizki.

‎Mencermati secara seksama situasi di yang berlangsung sejak Jaman Orde Baru, maka KBRM menyampaikan diantaranya:
‎Pertama, Save Presiden Prabowo yang sepertinya kena hipnotis sihir IMF, World Bank, dan BIS yang dimainkan lewat Sri Mulyani, STOP Utang Luar Negeri demi Presiden Prabowo & demi generasi sekarang, demi anak-cucu-cicit serta nenek-moyang, Pecat Sri Mulyani dan Indonesia Negara Kaya kok ngutang.

‎Sementara itu, Aliansi mahasiswa yang tergabung dari beberapa kampus di Jabodetabek, yaitu dari Kampus
‎UIN, Nusa mandiri, dari Sahid, PTIQ, serta kampus-kampus lain saat ditemui dilokasi demonstrasi didepan Kementrian keuangan, memberikan tuntutan berupa diantaranya, meminta presiden Prabowo untuk bertindak tegas memecat Sri Mulyani, stop tidak mengambil hutang lagi dan Sri mulyani membatalkan kontrak untuk pinjaman 1000 Triliyun.

‎Rizki Ahmad menjelaskan, alasan meminta Sri Mulyani untuk mundur yaitu karena mereka menilai uang Rp800 Trilyun itu, hanya untuk menutupi bunga hutang saja, dan mereka bingung yang 200 triliyun-nya itu dikemanakan.?

‎”Karena kami melihat uang 1000 Triliun itu, hanya untuk menutupi pokok bunga, kami masih bingung yang 200 triliunnya Di kemana kan, kita menduga setiap kali mencairkan uang utang luar negeri, Sri Mulyani mendapatkan fee dari IMF,” tuturnya.

‎Sementara saat hendak diwawancara di Kantor kementrian keuangan, Humas kementrian keuangan belum bersedia untuk diwawancarai oleh awak media.

‎Penulis: Pan/Gan