DINAMIKA NEWS — Dalam upaya menegakkan hukum dan menjaga kesehatan masyarakat, Bea Cukai Tasikmalaya melakukan pemusnahan terhadap 5,5 juta batang rokok ilegal. Kegiatan ini dilaksanakan di fasilitas pengelolaan limbah milik PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Nathabumi, yang terletak di Narogong, Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (29/11). Fasilitas ini dikenal sebagai salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.

Pemusnahan barang yang berstatus Barang yang Menjadi Milik Negara (BMMN) ini disaksikan oleh jajaran Bea Cukai Tasikmalaya. Langkah ini merupakan wujud transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan barang sitaan negara, serta memastikan bahwa barang tersebut tidak kembali beredar di masyarakat.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Tasikmalaya, Yudi Hendrawan, menegaskan pentingnya kolaborasi dengan Solusi Bangun Indonesia dalam memberantas peredaran barang ilegal.

"Kami tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga ingin memastikan barang sitaan ditangani hingga tuntas. Terima kasih Solusi Bangun Indonesia dan Nathabumi yang telah mendukung langkah ini dengan menyediakan fasilitas dan teknologi pemusnahan yang aman dan bertanggung jawab terhadap lingkungan," kata Yudi.

Sejak tahun 2007, Nathabumi telah menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan nasional dan multinasional dalam pengelolaan limbah, termasuk limbah industri B3 dan non-B3. Selain itu, mereka juga bekerja sama dengan 19 pemerintah daerah untuk memanfaatkan sampah kota sebagai bahan bakar alternatif dalam proses produksi semen.

Head of AFR Solusi Bangun Indonesia, Budi Yuliadi Nugraha, menambahkan bahwa Nathabumi berkomitmen untuk memberikan layanan pengelolaan limbah yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mengedepankan keberlanjutan dan perlindungan lingkungan.

"Melalui kolaborasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa inisiatif ini dilakukan dengan metode co-processing yang bertanggung jawab, aman, efisien, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekaligus memperkuat ekosistem pengelolaan limbah yang lebih baik di Indonesia," tutur Budi.*