KAB.BOGOR,WWB.CO.ID – Psikolog Farida Aini sekaligus Dosen Psikolog Universitas Pancasila menyampaikan Siwa Menengah Pertama (SMP) itu berada di pase remaja awal diusia 11 -14 tahun atau pase dari SD ke SMP yang memasuki periode kritis atau penuh “badai” dan stres

“Kemudian perkembangan kognitif atau operasional formal, dimana dalam masa peralihan mereka (siswa) ini harus dibangun, diarahkan baik oleh orang tua maupun dewan guru ketika berada di lingkungan sekolah,” ungkap Farida Aini ketika memberikan materi dalam workshop penguatan tim pencegahan dan penanganan kekerasan (TPPK) yang di inisi Disdik Kabupaten Bogor, Rabu (17/7/24).

Menurutnya, di fase ini siswa akan merasakan kebingungan. Peran disini mereka akan mencari jati dirinya, dimana di usia SMP mereka harus memperluas hubungan pertemanan, dimana mereka harus memiliki banyak teman.

“Siswa harus mampu berperan di lingkungan sosial, mereka dapat berperan dan berkembang di OSIS. Apapun perannya agar mereka bisa berperan dalam mengembangkan dan memainkan perannya di organisasi siswa, membentuk sistem nilai, moral dan falsafah hidup,” katanya.

Di Fase ini, lanjutnya, mereka sudah mengetahui suatu hal yang baik maupun hal yang buruk, sehingga mereka dapat dengan sendirinya dalam membentuk moral dirinya dalam memilih dan mempersiapkan diri untuk karir dimasa depan.

“Dimana mereka dengan cita-cita yang tinggi harus dicapainya tersebut, membuat mereka berpikir harus bagai mana dan apa yang harus dilakukan kedepannya, keputusan sendiri dalam menentukan langkah kehidupan untuk masa yang akan datang sehingga mampu berdiri sendiri dan mengambil keputusan secara mandiri, dan ini harus di ajarkan untuk mengambil keputusan sendiri,” ujarnya.

Farida Aini menanyakan sekolah fungsinya apa.? Dimana di fase SMP siswa harus memiliki community, family, school, disini mereka akan memiliki teman dan karakter yang berbeda beda, dan tidak tertutup kemungkinan apa yang dilakukan oleh teman temannya didirikan atau dicontoh olehnya.

Oleh karena itu, di usia SMP ini peran Orang tua maupun sekolah memiliki fungsi yang sama dengan keluarga dapat membangun sikap positif, mengawasi perkembangan dan karakternya, sehingga dapat membawa kedamaian, namun tidak intervensi, lebih kepada pencegahan,” jelasnya.