KOTA BOGOR, wwb.co.id – Wali Kota Bogor Dedie A Rachim melarang pengamen di angkutan kota (angkot). Pasalnya, hal itu merupakan jawaban dari kejadian yang dialami oleh wisatawan asal Jepang di Kota Bogor beberapa waktu.
Sebelum menjabat sebagai Wali Kota Bogor pada November 2024, sempat viral sebuah video yang memperlihatkan pengakuan wisatawan asal Jepang tentang perlakuan tidak menyenangkan yang diterimanya dari dua orang pengamen saat menaiki angkot.
Saat berdialog bersama jurnalis dari berbagai media cetak, online, maupun elektronik di Rumah Dinas Wali Kota Bogor, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Dedie A. Rachim menegaskan akan memulihkan nama baik Kota Bogor dari aksi-aksi premanisme.
Salah satunya adalah permasalahan premanisme dan perilaku oknum punk serta pengamen yang mengintimidasi dan meresahkan masyarakat.
”Mereka akan ditindak oleh Satgas Pemberantasan Premanisme Kota Bogor,” kata dia.
”Tidak boleh ada lagi penumpang angkot yang diganggu oleh pengamen. Itu langkah konkret dari Satgas Pemberantasan Premanisme di Kota Bogor,” tegas Dedie Rachim.
Dedie Rachim mengaku, sudah memberikan perintah kepada Satgas Pemberantasan Premanisme Kota Bogor untuk membongkar sarang premanisme.
”Jadi, saya sudah perintahkan agar tempat kumpul mereka kita bongkar sebagai komitmen kita untuk mengembalikan Kota Bogor agar kondusif,” tutur Dedie Rachim.
Dengan demikian, di Kota Bogor tidak boleh lagi ada pengamen, yang ada hanyalah seniman jalanan.
”Saya kasih tempat di taman-taman di Kota Bogor. Nanti ada spotnya. Kita belajar menjadi sebuah bangsa yang bermartabat dan tahu adab. Mereka, para seniman jalanan, kalau mau berkiprah dan mengekspresikan seni, silakan di taman-taman di Kota Bogor,” tutur Dedie Rachim.
Dedie Rachim tegaskan tak ada lagi Pengamen di Angkot
Redaksi
Minggu, 30 Maret 2025 | 06.20 WIB
•
17772 Views
Ilustrasi: Dedie Rachim tegaskan tak ada lagi Pengamen di Angkot
×