BOGOR, wwb.co.id – Forum Kabuyutan Pakuan Pajajaran (FKPP) mengadakan pertemuan penting dengan Kapolsek Bogor Selatan, AKP Sonson Sudarsono. Pertemuan ini merupakan langkah lanjutan dari surat yang diajukan FKPP mengenai kasus pengrusakan plang Cagar Budaya Bunker Mandiri yang terjadi pada 22 Desember 2018.
Dalam pertemuan tersebut, Deni, perwakilan FKPP, menyampaikan harapan mereka untuk mendapatkan kejelasan mengenai hasil penyelidikan melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP). "Sejak laporan kami pada 2018, belum ada tindak lanjut atau pemberitahuan resmi yang kami terima. Alhamdulillah, dalam pertemuan tadi, Kapolsek berjanji akan mencari kembali berkas laporannya untuk dilanjutkan ke tahap berikutnya," kata Deni, Jumat (10/10/2025).
FKPP sangat berharap agar proses hukum terkait dugaan pengrusakan cagar budaya ini dapat ditegakkan dengan adil. "Kami para budayawan akan terus mengawal kasus ini hingga para pelaku diadili sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.
Kapolsek Bogor Selatan, AKP Sonson Sudarsono, menyambut baik audiensi tersebut. Ia mengaku mendapatkan banyak informasi baru mengenai situs-situs bersejarah di wilayahnya, termasuk Situs Sumur Tujuh dan Bunker Mandiri. "Saya sangat mengapresiasi langkah FKPP. Ke depan, kami akan bersinergi untuk menjaga, melindungi, dan melestarikan situs-situs bersejarah, baik yang sudah ditetapkan maupun yang belum," ungkap Sonson.
Ia menambahkan bahwa warisan sejarah seperti situs-situs tersebut merupakan bagian penting dari identitas dan kebanggaan masyarakat Sunda yang wajib dijaga bersama.
(Hirawan Dewa)