BOGOR, wwb.co.id – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kota Bogor menggelar Bogor ICMI Islamic Festival (BIIF) 2025 di Botani Square pada Sabtu, 8 Maret 2025.
Pasalnya, Festival ini diharapkan menjadi wadah untuk menampilkan pemikiran dan karya para cendekiawan Muslim, mempromosikan nilai-nilai Islam dan kearifan lokal, serta mengenalkan Islam yang sejati melalui kegiatan yang inspiratif,” ungkap Ketua Umum ICMI Orda Kota Bogor Arief R. Badrudin melalui keterangan resmi kepada kantor berita wwb.co.id.
Ia mengungkapkan pentingnya perhatian semua pihak untuk mengatasi sejumlah persoalan di Kota Bogor. Diantaranya, upaya pencegahan stunting.
“Penting untuk semua kita ketahui tentang persoalan stunting menjadi persoalan kita bersama. Hari ini bagaimana inovasi kita melahirkan kepedulian umat beragama lintas agama terhadap pencegahan stunting. Kita masih punya 1.588 anak yang stunting, ini tidak boleh dibiarkan karena ini adalah tanggung jawab kita bersama,” jelasnya.
Terkait program, selain BIIF, ICMI Kota Bogor memiliki program lain seperti penanganan sampah yang efektif dan efisien, program Go UMKM bagaimana meningkatkan kualitas UMKM di Kota Bogor, juga program menjaga Kota Bogor dari hal-hal yang merusak seperti judi online (judol).
“Oleh karena itu, ICMI Kota Bogor yang baru berumur satu tahun ini bertekad untuk terus melaksanakan kegiatan yang bermanfaat buat masyarakat. Sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat bagi orang lain,” tutur Arief.
Sementara itu, Ketua Panitia ICMI Islamic Festival Karmanah mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini bisa menjadi platform untuk menampilkan pemikiran dan karya cendikiawan serta dapat menjadi wadah untuk mempromosikan nilai Islam dan kearifan lokal.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 8 hingga 16 Maret 2025 bertempat di Botani Square dan secara paralel di 6 kecamatan yang ada di Kota Bogor. Acara ini diisi kegiatan Bazar UMKM, Bedah buku, Islamic fashion show, festival film pendek, festival qasidah marawis, qira’atil kutub, dan ceramah singkat (Kultum) dari para tokoh agama dan cendikiawan.
Kemudian ada acara berbagi takjil, sejumlah 12.000 paket takjil akan dibagikan pada enam kecamatan. Juga penghargaan pada insan cendekiawan dan peluncuran program pemerintah Kota Bogor yaitu gema penting (gerakan umat beragama peduli stunting).
Wali Kota Bogor Dedie Rachim memberikan apresiasi atas festival Ramadan ini. Ia menyampaikan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah untuk membangun Kota Bogor dan menyelesaikan persoalan yang ada.
“Kita berharap ada kolaborasi dan sinergi yang tidak hanya membersamai kegiatan, tetapi juga bagaimana secara ilmiah (keilmuan) paling tidak agar dapat memberikan kontribusi terhadap yang saat ini yang banyak menghadapi persoalan bangsa,” ujar Dedie.
Ia mendorong ICMI dan perguruan tinggi ataupun lembaga lintas agama untuk memulai sebuah gerakan seperti Bogor bersih.
“Kita mulai misalnya agar orang Bogor tidak buang sampah sembarangan. Gerakan ini bisa diinisiasi dari ICMI, pemuka agama dan cendekiawan untuk membuat solusi komprehensif,” jelasnya.
Bogor ICMI Islamic Festival diharapkan menjadi wadah karya para cendekiawan Muslim
Redaksi
Minggu, 09 Maret 2025 | 05.58 WIB
•
24072 Views
Ilustrasi: Bogor ICMI Islamic Festival diharapkan menjadi wadah karya para cendekiawan Muslim
×