BOGOR, wwb.co.id — Perayaan Cap Go Meh dalam rangkaian Bogor Street Festival (CGM-BSF) kembali digelar pada 1–3 Maret 2026 dengan mengusung tema “Harmony in Diversity”. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat toleransi dan persaudaraan antarwarga di Kota Bogor.

Ketua Panitia CGM-BSF, Arifin Himawan, mengatakan bahwa perayaan Cap Go Meh tahun ini memiliki makna khusus karena berlangsung beriringan dengan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

“Cap Go Meh dan Ramadan hadir dalam waktu bersamaan bukan menjadi hambatan, justru menjadi bukti bahwa Bogor mampu merawat tradisi sekaligus menjaga kekhusyukan ibadah,” ujar Arifin, Selasa (24/2), di Resto Flui, Jalan Bina Marga, Kecamatan Bogor Timur.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan akan diawali dengan buka puasa bersama 400 anak yatim dari enam kecamatan di Kota Bogor yang digelar di pelataran Vihara Dhanagun, Jalan Suryakencana.

Puncak acara akan dimeriahkan dengan Parade Budaya yang dijadwalkan berlangsung pukul 21.00 hingga 23.00 WIB, setelah pelaksanaan salat tarawih.

Menurut Arifin, konsep ini dihadirkan untuk memastikan festival tetap menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus mempererat persaudaraan yang telah lama menjadi kekuatan kebersamaan masyarakat Kota Bogor.

“Festival ini bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga ruang silaturahmi dan penguatan harmoni dalam keberagaman,” pungkasnya.

Penulis: Hirawan Dewa