JAKARTA, wwb.co.id – Aliansi Rakyat Berdikari menggelar aksi unjuk rasa di depan kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Rabu (23/04/2025).

‎Dalam orasinya, para demonstran menyampaikan tiga tuntutan utama, diantaranya, memecat Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang mereka sebut sebagai “agen neolib”, karena dinilai bertentangan dengan garis kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang mereka anggap mengusung semangat sosialisme dan berdikari.

‎Kemudian, menghentikan praktik utang luar negeri yang dinilai hanya akan menambah beban rakyat Indonesia di masa depan. Dan terakhir menerapkan prinsip berdikari secara menyeluruh, baik oleh pejabat negara maupun masyarakat luas.

‎Aksi tersebut diwarnai dengan pertunjukan teatrikal yang menggambarkan tokoh-tokoh pengambil kebijakan yang terus-menerus berutang ke luar negeri.

‎Dalam adegan tersebut, mereka (para tokoh) digambarkan mengabaikan semangat berdikari dan justru mewariskan beban pajak kepada rakyat.

‎Salah satu peserta aksi, Ahmad Shaleh menilai, utang Indonesia sudah terlalu besar. Bahkan, ia menyebut Indonesia itu sudah banyak utangnya.

‎”Tahun ini saja kita bayar bunga utang sampai Rp800 triliun. Kita tahu Sri Mulyani ini pinter banget ngutang,” ujarnya.

‎Demonstrasi berlangsung damai dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Kementerian Keuangan. (Din)